Hanya keping, katamu
; di belahan ini aku simpan
Bakal hidup yang rimbun
Senin, Februari 21, 2011
BUNGA
Kuncup yang bertunas di ketiak waktu, aku simpan wangi madu. Mahkota menyala, memanggil birahi kekumbang yang menari di kejauhan. Di kasar belai jemari cuaca, aku titipkan benangsari, butir lelaki yang akan menyerbuki putik merah rindu yang tersembunyi di liang lindu. Musim kembang. Kau datang sebagai lajang yang mengusung angin selatan, angin yang mengawinkan tetumbuhan dan hewan-hewan yang memasuki musim tetas. Yang utuh hanyalah biji berjatuhan di petang pematang.
DAUN
Penangkap matahari
Membakar air dan karbondioksida, butir-butir klorofil mendidih. Energi pertama, persembahan tenaga untuk menggerakkan seluruh dunia
Membakar air dan karbondioksida, butir-butir klorofil mendidih. Energi pertama, persembahan tenaga untuk menggerakkan seluruh dunia
Rabu, Februari 16, 2011
BATANG
Aku tumbuh menjauhi sumbu bumi dan gravitasi, menuju matahari pusaran energi yang memanasi bumi. Aku bertahan mancari keseimbangan ketika angin dan topan berdiri. Aku junjung matahari. Pipa-pipa kecil di tubuhku pengangkut air dan mineral dari dasar menuju dedaunan. Lingkar dagingku adalah pahatan musim yang selalu mengingatkan perjalanan usia. Di serat-serat yang mencuat aku kuatkan hasrat, apakah aku tiang penopang sembahyang atau kayu tatal yang berakhir di tungku pembakaran
Rabu, Januari 26, 2011
AKAR
Sejauh kedalaman bumi kuselami makna kekurangan dan kekeringan. Aku hisap sari-sari tanahmu.Aku simpan lendir cair yang menyelimuti porin-pori mulutku. Aku tahan di sekujur badan yang meregang dan aku muntahkan jadi mata air buatmu.
Sejauh kedalaman aku susuri kegelapan matahari. Lorong-lorong memanjangkan tubuhku, menyusu batu-batu, dan bau tanah yang amat aku kenal menenun jala ke seluruh arah, merangkul tubuhku yang membelit waktu.
Sejauh kedalaman aku susuri kegelapan matahari. Lorong-lorong memanjangkan tubuhku, menyusu batu-batu, dan bau tanah yang amat aku kenal menenun jala ke seluruh arah, merangkul tubuhku yang membelit waktu.
Minggu, November 07, 2010
PULANG
Pulang. Selalu membawa rasa girang. Bertemu rumah, taman, dan kenangan yang lekat di ruang dalam, dan halaman depan
Pulang. Selalu meminta rasa lapang. Terusir dari keluarga, rasa nyaman. Ada luka nganga di pintu pagar dan kamar depan
Pulang. Selalu meninggalkan rasa gamang. Sepeninggal kisah kekasih yang selalu membasah
Pulang. Selalu meminta rasa lapang. Terusir dari keluarga, rasa nyaman. Ada luka nganga di pintu pagar dan kamar depan
Pulang. Selalu meninggalkan rasa gamang. Sepeninggal kisah kekasih yang selalu membasah
JALAK
JALAK
Burung jalak hinggap di dahan
Hujan baru reda bertumpahan
Bau tanah dan rumput basah
Memenuhi udara resah
Burung jalak hinggap di dahan
Pada sekeping uang logam
Wajahnya kabur, lama dimakan usia
Suaranya beku tertahan lalu masa
Burung jalak itu kini terbang
Menyusuri luas angan
Menjelajahi pohon-pohon kata
Dan ranting-ranting kisah
Mendatangi bukit-bukit sepi
Memetik sunyi
Burung jalak itu kini kesepian
Terkurung dalam sangkar hari
Menyanyikan hutan dan sunyi
Merindukan sarang dan keturunan
Burung jalak hinggap di dahan
Hujan baru reda bertumpahan
Bau tanah dan rumput basah
Memenuhi udara resah
Burung jalak hinggap di dahan
Pada sekeping uang logam
Wajahnya kabur, lama dimakan usia
Suaranya beku tertahan lalu masa
Burung jalak itu kini terbang
Menyusuri luas angan
Menjelajahi pohon-pohon kata
Dan ranting-ranting kisah
Mendatangi bukit-bukit sepi
Memetik sunyi
Burung jalak itu kini kesepian
Terkurung dalam sangkar hari
Menyanyikan hutan dan sunyi
Merindukan sarang dan keturunan
Langganan:
Postingan (Atom)