(1)
Pelajaran pertama yang diterimanya adalah perploncoan yang dilakukan kakak-kakak kelasnya. Konon katanya untuk membangun mental
dan menambah keakraban. Namun yang tumbuh kadang rasa dendam
dan keinginan untuk baku hantam
(2)
Sebuah buku dengan harga tertera
Sebuah kewajiban baru tuk dibaca
Lembaran kerja siswa
Dan jadwal baru untuk mengikuti
Pelajaran tambahan di sore atau malam hari
(3)
Beginilah gambaran pertanyaan-pertanyaan
Yang ditanyakan malaikat dalam kuburan
Tegang menakutkan khawatir lupa jawaban
Yang telah dihapalkan
(4)
Ada yang menangis ketika melihat penjaga yang menakutkan
Mereka dengan ketat diawasi sehingga harus bekerja sendiri
Begini rupanya menghadapi pertanyaan di hari akhir
Tak bisa minta bantuan orang lain
(5)
Seperti apakah rasa bahagia setelah mengikuti ujian
Seperti lulus ujian nasional yang dirasakan anak-anak sekolahan
Melebihi itu kebahagiaan setelah penghisaban
Setelah seluruh perbuatan memberikan kesaksian
Selasa, April 28, 2009
Senin, Maret 23, 2009
ANDAI
Bayangkan seandainya yang berdiri di depan kelas bukan guru
Tetapi murid yang hanya belajar dan mengajarkan satu mata pelajaran
Sementara guru duduk di bangku murid dengan menelan 16 mata pelajaran
Siapakah yang akan lebih pintar?
Bayangkan seandainya yang mengikuti remedial berulang bukan murid
Tetapi guru yang mengajarkan dan senang jika banyak murid yang tak mengerti pelajaran
Bayangkan jika yang diolok-olok bodoh dan tidak pintar aalah guru yang selalu mengulang-ulang pelajaran tanpa merevisi dengan perubahan-perubahan pengetahuan yang terus berkembang. Betahkah dia dalam ruangan?
Tetapi murid yang hanya belajar dan mengajarkan satu mata pelajaran
Sementara guru duduk di bangku murid dengan menelan 16 mata pelajaran
Siapakah yang akan lebih pintar?
Bayangkan seandainya yang mengikuti remedial berulang bukan murid
Tetapi guru yang mengajarkan dan senang jika banyak murid yang tak mengerti pelajaran
Bayangkan jika yang diolok-olok bodoh dan tidak pintar aalah guru yang selalu mengulang-ulang pelajaran tanpa merevisi dengan perubahan-perubahan pengetahuan yang terus berkembang. Betahkah dia dalam ruangan?
Senin, Februari 09, 2009
PAGI BERNYANYI
Dari sebuah radio usang
Penyanyi itu melagukan
Mengecup kening matahari
Merah tanah merah pipi
Barangkali ini pertama gairah pecah
Dari dingin yang berbuncah
Gemetar kamar melenguh
Di antara nafas kabut
Ada senyum di bibir pintu
Tempat kita menyilangkan rindu
Meumbuhkan bunga-bunga kemuning
Bermekaran di kening
Penyanyi itu melagukan
Mengecup kening matahari
Merah tanah merah pipi
Barangkali ini pertama gairah pecah
Dari dingin yang berbuncah
Gemetar kamar melenguh
Di antara nafas kabut
Ada senyum di bibir pintu
Tempat kita menyilangkan rindu
Meumbuhkan bunga-bunga kemuning
Bermekaran di kening
SELEPAS SEKOLAH
Selepas SMA enaknya kemana?
Melanjutkan pendiidkan dokter.
Tidak. Baiknya menikmati kebebasan
Dari tekanan tugas tak berkesudahan
Kalau ulangan nyontek atau kerjasama.
Jangan. Kebiasaan itu akan kau bawa sampai dewasa
Bagaimana kau akan mencontek hubungan keluarga
Melanjutkan pendiidkan dokter.
Tidak. Baiknya menikmati kebebasan
Dari tekanan tugas tak berkesudahan
Kalau ulangan nyontek atau kerjasama.
Jangan. Kebiasaan itu akan kau bawa sampai dewasa
Bagaimana kau akan mencontek hubungan keluarga
MUSIM TEMBAKAU
Dari lembah perempuan-perempuan mengusung sungai
Musim tembakau ladang-ladang berkilau
Menerbitkan bulan di antara retakan wajah pulau
Memikul kemarau bertahan dan nasib menyeringai
Musim tembakau ladang-ladang berkilau
Menerbitkan bulan di antara retakan wajah pulau
Memikul kemarau bertahan dan nasib menyeringai
TANJUNG
Di batu malam
Bulan tenggelam
Gelombang berkilau
Di antara rimbun bakau
Perahu-perahu melaju
Ke laut dituju
Perempuan-perempuan menunggu
Sampai langit perunggu
Pantai pagi
Dengan berkeranjang matahari
Membawa gelepar impian
Insang merah kehidupan
Perempuan-perempuan berbinar
Menanti lelaki turun sekunar
Dada berdebar menakar rindu tak terbayar
Bulan tenggelam
Gelombang berkilau
Di antara rimbun bakau
Perahu-perahu melaju
Ke laut dituju
Perempuan-perempuan menunggu
Sampai langit perunggu
Pantai pagi
Dengan berkeranjang matahari
Membawa gelepar impian
Insang merah kehidupan
Perempuan-perempuan berbinar
Menanti lelaki turun sekunar
Dada berdebar menakar rindu tak terbayar
LAYAR
Selepas ujung malam
Sunyi berdebar antara jantung dingin dan hujan
Bintang terbakar basahi belukar badan
Sunyi berdebar antara jantung dingin dan hujan
Bintang terbakar basahi belukar badan
Langganan:
Postingan (Atom)