pada coklat muda daun mangga
aku titip mekar kembang setandan
kupu-kupu kecil terbang
mandi matahari
pagi pun menguap di antara suara handtractor
membalikkan lelumpur sawah
angin mengusung wangi kembang jantan
mengawinkan putik kembang
bakal-bakal bergeletar di tangkai hijau
menyusu hujan
mengunyah awan
bakal yang siap melunasi keinginan, dan
menyejukkan kerongkongan
namun, kalau pun gagal jadi buah
kita bertemu di pasar
sambil menimbang dan
tawar-menawar
Minggu, Maret 13, 2011
GADUNG
buanglah lendir mabukku
dalam semalam kambang air
akan kau temukan renyah daging
pada kunyahan terakhir
dalam semalam kambang air
akan kau temukan renyah daging
pada kunyahan terakhir
JAMUR
(1)
tudung yang menutupi tubuhku menadahi matahari
mematangkan spora hitam yang siap menjauh ke tempat-tempat teduh,
dan banyak makanan terbubuh
aku bentang akar belia mengisap sari resap
lalu tumbuh
(2)
jika aku berakhir di perapian
sampai jumpa di meja makan
jika kau berakhir di kulit kalian
sampai jumpa di kusut kematinan
tudung yang menutupi tubuhku menadahi matahari
mematangkan spora hitam yang siap menjauh ke tempat-tempat teduh,
dan banyak makanan terbubuh
aku bentang akar belia mengisap sari resap
lalu tumbuh
(2)
jika aku berakhir di perapian
sampai jumpa di meja makan
jika kau berakhir di kulit kalian
sampai jumpa di kusut kematinan
Senin, Februari 21, 2011
BUNGA
Kuncup yang bertunas di ketiak waktu, aku simpan wangi madu. Mahkota menyala, memanggil birahi kekumbang yang menari di kejauhan. Di kasar belai jemari cuaca, aku titipkan benangsari, butir lelaki yang akan menyerbuki putik merah rindu yang tersembunyi di liang lindu. Musim kembang. Kau datang sebagai lajang yang mengusung angin selatan, angin yang mengawinkan tetumbuhan dan hewan-hewan yang memasuki musim tetas. Yang utuh hanyalah biji berjatuhan di petang pematang.
DAUN
Penangkap matahari
Membakar air dan karbondioksida, butir-butir klorofil mendidih. Energi pertama, persembahan tenaga untuk menggerakkan seluruh dunia
Membakar air dan karbondioksida, butir-butir klorofil mendidih. Energi pertama, persembahan tenaga untuk menggerakkan seluruh dunia
Rabu, Februari 16, 2011
BATANG
Aku tumbuh menjauhi sumbu bumi dan gravitasi, menuju matahari pusaran energi yang memanasi bumi. Aku bertahan mancari keseimbangan ketika angin dan topan berdiri. Aku junjung matahari. Pipa-pipa kecil di tubuhku pengangkut air dan mineral dari dasar menuju dedaunan. Lingkar dagingku adalah pahatan musim yang selalu mengingatkan perjalanan usia. Di serat-serat yang mencuat aku kuatkan hasrat, apakah aku tiang penopang sembahyang atau kayu tatal yang berakhir di tungku pembakaran
Langganan:
Postingan (Atom)