Translate

Jumat, Juli 11, 2008

PERTIGAAN

:junok

Masjid di sudut jalan
Menggandeng sungai ke bujur timur
Pagihari matahari berlari

Kota bergegas ke arah pelabuhan
Jembatan kehidupan di atas lautan
Kian hitam
Kapal harapan bersandar

Lalulalang, kendara saling bergegas
Doa-doa belum tuntas
Duha tegak saat fajar beranjak
Berombak-0mbak doa tersibak

Tepi sungai memanjang
Airnya biru
Rumah-rumah sepanjang
Menghadap kiblat

Di kediaman syarifuddin dea
Penyair datang dan pergi
Menggelegakkan kata
Ke retak tubuh kita

Ke lingkar selatan
Malam bergerak perlahan
Rimbun alang-alang gumam perlahan
Mengintai babi hutan menyeberang kelam

Kerbau-kerbau di sawah
Tak banyak dijumpa sudah
Kenangan yang kian lenyap
Hari-hari terus berkesiap

Terminal lama,
Tempat janji jumpa dan pisah
Dengan rahmah
Datang dan pergi

Masjid kota jadi saksi
Aku, heni, dan aini
Pernah janji selalu reuni

Lalu seperti kendara jalan raya
Hilang suara ganti bising tak pernah reda
Doa-doa terus meminta
Tanpa pernah kenal renta

Di sini pula
Cakraningrat IV menghancurkan
Lalim penguasa

Tidak ada komentar: